Setiap suku memiliki profesi adatnya masing-masing, yang mana disetiapnya itu berbeda-beda baik dari pakaian adat, tata cara pelaksanaannya, sampai dengan makanan adat. Berikut kita mengenal makanan yang terdapat pada adat Lampung yakni MEI-MEI (NASI) Yang terdapat di acara adat Lampung Pepadun.
1. MEI MEPADUN Mei Mepadun atau Mei pepadun memiliki arti Nasi atau makanan adat yang di buat oleh seseorang yang akan Mepadun atau Cakak pepadun. Mei Pepadun ini di letakkan di balai adat atau Nuwo Sesat pada saat akan di laksanakannya Prosesi Upacara adat Mepadun. Mei Pepadun atau bisa juga di sebut dengan nama lain Mei Tuho ini berupa Nasi Putih di atas nya ini terdapat tancapan-tancapan lidi yang diatas nya di tempel uang kertas yang disebut Mei Kembang. Diatas nasi terdapat "Manuk Meghem" yang artinya ayam panggang yang mana di bawahnya terdapat telur ayam yang sudah direbus. Mei Mepadun atau Mei Pepadun ini ditaruh di atas Talam atau nampan berkaki.
Selain itu, terdapat juga talam disampingnya yakni "Dodol Berkembang" yang mana terdapat lidi-lidi yang diatas nya juga di tempel uang kertas. jumlah lidinya sama dengan nasi berkembang. misalkan lidi pada nasi berkembang ada 20 maka lidi yang terdapat pada dodol berkembang juga harus 20 lidi.
Mei pepadun ini biasanya ditutup Tudung atau dikelilingi kaim Sebagi.
Mei Pepadun ini akan dimakan bersama dengan para Penyimbang yakni para pemimpin adat, para Perwatin atau Pegawo Tuho dari masing-masing kampung adat yang mengikuti acara Mepadun atau Cakak Pepadun.
Makanan Mepadun ini boleh dimakan setelah doa selamat selesai dimana sebelum acara Pangan Kibau Pepadun.
Mei Pepadun atau Nasi Pepadun ini dibuat oleh orang tua perempuan atau pihak orang tua Mighul, dan Mei Mepadun ini dibawa oleh mighul karena ia akan melaksanakan Upacara Mepadun. Mei Pepadun yang harus dibawa ini sebanyak 2set. satu set untuk keluarga laki-laki atau mengian (suami) yang mau Mepadun, dan yang satu set lagi untuk keluarga perempuan ataun mighul yang akan Mepadun. Berbeda dengan Mepahau, hanya memerlukan satu set Mei Pepadun.
Akhir dari acara Mepadun ini, diakhiri dengan pemberian gelar adat SUTTAN/SUTAN kepada kedua pengantin sebagai puncak acara adat Lampung Pepadun.
2. MEI BALAK
Mei Balak (Makanan Besar) yakni makanan adat yang terdiri dari Nasi dengan lauk pauk yang lengkap dan banyak.
Mei Balak ini diletakkan diatas Talam Bekaki yang berisi nasi dan Dulang yang isinya mencakup lauk pauk yang banyak dan lengkap atau dalam bahasa Lampung disebut kalat mengan atau gulai mengan.
Talam Bekaki yang sudah diisi dengan nasi dan di atasnya ditancapkan lidi-lidi yang sudah ditempel uang kertas diatasnya disebut dengan "Mei Bekembang". jumlahnya bervariasi ada yang berjumlah 12 dan ada juga yang berjumlah 24 sesuai selera.
sedangkan Dulang-Dulang ini berisi lauk makanan berjumlah 12 mangkuk yang terdiri dari:
- 1 Mangkok Gulai Manuk Mejeng, artinya ayam tanpa kaki dan juga sayap.
- 1 Mangkok Gulai Paho/Paha dan Bittegh Manuk.
- 2 Mangkok Tekur rebus masing-masing 6 butir setiap mangkok nya.
- 2 Mangkok Sesatei artinya potongaan-potongan kecil ayam, ati, ampla, usus, yang kemudian di goreng lalu dibungkus daun pisang.
- 2 Mangkok Gulai Punyew Panggang
- 2 Mangkok Rendang daging Sapi atau Kerbau
- 2 Bungkus Kerupuk Ikan
Talam Bekaki yang berisi dodol. Di atas dodol ini terdapat pula beberapa lidi yang sudah di tempel uang kertas yang dinamakan "Juadah Bekembang".
Mei Balak ini terlilit kain Sebagi. Mei balak ini yang membuatnya adalah pihak orang tua perempuan atau pihak orang tua mighul, dan Mei Balak ini dibawa saat manjau karena mighul atau anak perempuannya mau melaksanakan Upacara Turun Mandi. Mei Balak yang harus dibawa ini sebanyak
2set. satu set untuk keluarga laki-laki atau mengian (suami) yang mau Turun Mandi, dan yang satu set lagi untuk keluarga perempuan ataun mighul
yang akan Turun Mandi.
Mei Balak dan 1 Talam dodol ini akan diberikan kepada pasangannya ketika upacara turun mandi, setelah sesi acara Pangan Kibau Mandi.
Akhir dari Upacara Turun mandi ini, diakhiri dengan pemberian gelar adat PENGIRAN kepada kedua pengantin.
3. MEI ATEI KIBAU
Mei Atei Kibau artinya nasi yang berisi ati kerbau adalah makanan adat yang dihidangkan pada upacara Khughuk Adat (masuk adat), yakni upacara dimana kedua pengantin akan menjalankan prosesi masuk adat Lampung Pepadun untuk melepas masa bujang gadisnya karna sudah menikah secara hukum adat.
Mei Atei Kibau ini yang berisi nasi putih yang diletakkan di Talam Bekaki dan diatas nasi terdapat ati kerbau.
Mei Atei Kibau atau bisa disebut Mei Pusek (suap) yang artinya makanan yang disuapkan kepada kedua mempelai (pengantin) saat acara pemberian gelar adat Inai, Adeg, dan Tutugh (panggilan).
Akhir dari Upacara Kughuk Adat ini, diakhiri dengan pemberian gelar adat: RATU/RAJO/BATIN/ RADIN/DALEM kepada kedua pengantin.